Reformasi Gereja muncul sebagai reaksi kelompok agama di Eropa setelah Renaissance sebagai bentuk

Reformasi Gereja muncul sebagai reaksi kelompok agama di Eropa setelah Renaissance sebagai bentuk…

a. Penolakan kelompok gereja terhadap filsafat dan kebudayaan yunani dan Romawi kuno

b. Gereja ingin mengembangkan seni lukis dan arsitektur Eropa

c. Keterbukaan gereja untuk mengembangkan pemikiran

d. Kemajuan arsitektur bangunan gereja

e. Menyelesaikan konflik antar kelompok dalam lingkungan gereja

Reformasi Gereja di Eropa berlangsung pada pertengahan abad ke-15 Masehi. Reformasi Gereja adalah upaya untuk melakukan perubahan ajaran kekristenan, agar sesuai dengan Alkitab, karena ketika itu Gereja seakan mengambil alih Eropa. Paus mempunyai kekuasaan besar sebagai pemimpin agama dan juga sebagai kepala negara, sehingga semua harus tunduk dan patuh pada perintah dan aturan yang dikeluarkan oleh pihak Gereja.

Gereja Romawi sangat dogmatis, bahkan para ilmuan pada zaman ini adalah para teolog, sehingga semua harus dikaitkan dengan akifitas keagamaan. akibatnya ilmu pengetahuan, teknologi, seni, filsafat, bahkan peradaban di Eropa tidak berkembang sama sekali.

Dalam perkembangannya, mulai muncul faham humanisme yang mendorong setiap orang untuk membaca dan mempelajari Al-Kitab, sehingga muncul orang-orang yang menentang ajaran Gereja Romawi. Salah satu tokoh yang menentang ialah Martin Luther. Ia memberikan kritik terhadap Gereja Romawi dengan memasang 95 dalil di pintu gereja. Tujuannya adalah agar Gereja Romawi tidak lagi absolut dan Gereja mengalami keterbukaan.

TRENDING :   Yang merupakan bentuk interaksi keruangan berikut ini, adalah

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C.